Sistem finansial | Maksud dan Tujuan Sistem finansial

Sistem finansial merupakan kumpulan institusi dan pasar yang menyediakan intermediasi keuangan melalui transfer saving menjadi investasi yang produktif.  Krisis finansial dapat terlihat pada disintermediasi yang cepat pada institusi dan pasar yang disebabkan oleh kepanikan.  Misalnya pada “flight to quality” dimana deposan/penabung/investor melakukan likuidasi asset pada lembaga keuangan disebabkan karena meningkatnya perceived risk, dan memindahkannya ke asset yang lebih aman seperti mata uang asing dan obligasi asing dalam negara yang memiliki ekonomi yang terbuka, atau emas dan obilgasi pemerintah dalam ekonomi tertutup.  Manifestasi utama dari krisis finansial dapat terlihat pada kegagalan perbankan, jatuhnya pasar modal dan krisis mata uang yang dapat membawa kepada resesi.

Krisis keuangan yang membawa kepada resesi dapat berdampak negative terhadap iklim usaha karena pertumbuhan GDP yang negative atau flat, krisis dalam sektor perbankan, Bank tidak mau meminjamkan dananya,  Investor mencari “save havens” untuk investasinya, destruksi yang besar terhadap kekayaan akibat jatuhnya harga asset, jatuhnya profitabilitas perusahaan, inflasi yang tinggi disebabkan naiknya harga-harga komoditas.

Secara umum krisis finansial dapat digambarkan sebagai situasi dimana institusi finansial atau aset finansial kehilangan nilai ekonomisnya.  Menurut sejarah, krisis finansial sudah terjadi sejak terbentuknya kemasyarakatan.  Dua ekonom terkemuka dalam bidang sejarah krisis finasial Carmen Reinhart dan Kenneth Rogoff dalam makalahnya mengatakan bahwa ‘sovereign default’ ( default hutang publik ) adalah bentuk awal dari sebuah krisis sebelum abad 18.  Dan setelah abad ke 18 bentuk krisis finansial melibatkan baik default hutang  publik maupun default hutang privat yang mengakibatkan perbankan menjadi bangkrut  (Reinhart & Rogoff, 2009).  Reinhart dan Rogoff juga mengklasifikasikan hyperinflation dan penurunan nilai mata uang sebagai bentuk dari krisis finansial.  Bahkan menurut hasil penelitian kedua ekonom tersebut penurunan nilai mata uang sudah terjadii pada masa kekaisaran Romawi.

Krisis finansial yang pertama kali ter-register secara formal adalah krisis yang dinamakan ‘tulipmania’ atau ‘tulipomania’ yang terjadi pada pada tahun 1630an (Doug, 2006).  Peristiwa ini terjadi pada periode the Dutch Golden Age, dimana harga tulip pada satu waktu sangat tinggi sekali yang kemudian secara tiba – tiba harga jatuh.  Tulipmania juga dianggap sebagai peristiwa ‘economic bubble’ yang pertama kali terjadi. 

Krisis finansial yang nyata terjadi pada tahun 1929 pada masa The Great Depresion.  Masa tersebut merupakan masa penting dalam sejarah dimana Inggris dan Pernacis sebagai negara industri terbesar merasa terancam dengan kehadiran negara industri baru yaitu Jerman.  Krisis tersebut terjadi karena perubahan standarisasi uang dari emas menjadi hanya uang kertas tanpa jaminan.  Ketika itu teori full employment tidak berjalan dan runtuh, salah satu sebabnya ketika itu para ekonom hanya menganggap uang sebagai alat transaksi.  Bersamaan dengan itu muncul teori John Maynard Keynes yang menganggap bahwa negara masih memiliki peranan yang sangat penting untuk tetap turut campur dalam perekonomian.

Krisis finansial dapat mengakibatkan resesi ekonomi yaitu kontraksi pada suatu siklus bisnis.  Suatu proses dimana aktifitas ekonomi melambat dalam satu periode tertentu.  Efek domino dari krisis finansial sangat luas dampaknya.  Tidak hanya berdampak secara finansial tetapi juga berdampak politik dan sosial.  Pasar modal akan hancur, perusahaan banyak yang bangkrut, dan tingkat pengangguran akan meningkat. 

Pada jaman modern dan era globalisasi seperti sekarang ini, sistim perekonomian baik dalam suatu negara maupun regional dan global sepertinya terlihat lebih rentan terhadap krisis finansial.  Kemajuan teknologi yang dapat memproses informasi dengan sangat cepat dan efek globalisasi dimana perdagangan internasional hampir tanpa batas menyebabkan sistim perekonomian menjadi lebih sensitif terhadap lingkungannya.  Hal ini dapat dicermati dari catatan sejarah krisis finansial dimana siklus terjadinya menjadi lebih cepat seiring waktu berjalan, khususnya pada dua dekade terakhir. 
thumbnail
Judul: Sistem finansial | Maksud dan Tujuan Sistem finansial
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Ditulis Oleh

Artikel Terkait Economics and Finance and Information Services in the Market, Perdagangan :

0 comments:

Post a Comment

 
Copyright © 2013. About - Sitemap - Contact - Privacy
Template Seo Elite oleh Bamz